Rabu, 31 Oktober 2012

Tugas Akuntansi Keuangan Sektor Publik Kasus Kab. Tanahmas Raya

Berikut ini saya posting tugas menjelang UTS mata kuliah Akuntansi Keuangan Sektor Publik yang mengambil kasus dari Kab. Tanahmas Raya. Berikut file downloadnya :

Tugas Akuntansi Keuangan Sektor Publik

Selasa, 23 Oktober 2012

Akuntansi Pemerintahan Kota Tokyo Jepang

Pada kesempatan yang baik ini, saya akan berbagi mengenai prinsip atau standar akuntansi yang dianut oleh pemerintah kota Tokyo di Jepang. Langsung saja kita mulai..

Pada April 2006, pemerintah kota Tokyo mengimplementasikan penggunaan accrual basic sejalan dengan prosedur pembukuan double entry dan mengaplikasikannya ke dalam akun umum dan spesial. Langkah ini dilakukan karena mendasarkan pada pemodifikasian prosedur akuntansi pemerintahan tradisional di Jepang.

Sebelum standar itu diimplementasikan oleh Pemerintah kota Tokyo, mereka meluncurkan nama untuk standar yang dianut tersebut yaitu "Tokyo Metropolitan Government Accounting Standard" yang didalamnya ditetapkan secara rinci tentang kebijakan akuntansi dan metode penting untuk melaksanakan prosedur accrual basic dan prosedur pembukuan dengan double entry. Pada prinsipnya, standar akuntansi yang dianut oleh pemerintah kota Tokyo berlaku aturan yang sama dengan yang dianut oleh perusahaan pada sektor privat, tapi pada tetap mempertimbangkan unsur - unsur tertentu dari akuntansi pemerintahan yang dianggap sesuai.

berikut merupakan prisip karakteristik dari standar akuntansi pemerintah kota Tokyo :
  • Standar ini menetapkan bahwa laporan keuangan akan terdiri dari neraca, laporan biaya operasional,     laporan arus kas, dan laporan perubahan nilai aktiva bersih, dan lebih lanjut mengenai supporting schedule dan catatan kaki lainnya akan dipersiapkan juga
  • Standar ini mengadopsi akuntansi berbasis accrual dan mengakui biaya tertentu seperti biaya depresiasi dan ketentuan untuk berbagai tunjangan
  • Standar ini mengadopsi sistem double entry di mana ayat jurnal dibuat berdasarkan pelaksanaan transaksi harian
  • Standar ini memungkinkan untuk melakukan penyesuaian jangka waktu tutup buku selama 2 bulan untuk memastikan konsistensinya dengan akuntansi pemerintahan yang ada
  • Klasifikasi aset telah sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan oleh undang - undang otonomi lokal 
  • Konsep dasar untuk akuntansi dan tata letak laporan keuangan dan sebagainya sejalan dengan yang ditentukan dalam International Public Sector Accounting Standarad ( IPSAS )
Demikian sedikit ulasan yang dapat saya tampilkan, dan di bawah telah saya sediakan link download untuk standar akuntansi pemerintah kota Tokyo bila ada yang ingin mengetahui lebih detilnya. Terima kasih, semoga bermanfaat.

Rabu, 17 Oktober 2012

DATA APBD SELURUH KABUPATEN DI INDONESIA TAHUN 2007 - 2011


Pada kesempatan ini saya akan berbagi mengenai data APBD seluruh Kabupaten di Indonesia pada kurun waktu antara tahun 2007 hingga 2011. Pendapatan pada total APBD di seluruh Indonesia mengalami kenaikan dalam 5 tahun yaitu antara tahun 2007 hingga 2011. Untuk memudahkan, semua angka yang ditampilkan berikut berada pada skala milyar Rupiah. berikut data pendapatan pada APBD keseluruhan Kabupaten di Indonesia :

Tahun 2007        Rp. 285.275
Tahun 2008        Rp. 376.434
Tahun 2009        Rp. 387.164
Tahun 2010        Rp. 403.041
Tahun 2011        Rp. 442.235

Terlihat dari data di atas pendapatan pada APBD seluruh Indonesia selama kurun waktu 5 tahun mengalami peningkatan yang signifikan. Berikutnya adalah data belanja daerah pada APBD seluruh Indonesia yang mengalami fluktuasi dalam kurun waktu 5 tahun antara tahun 2007 hingga 2011. Berikut datanya (dalam milyar Rupiah ) :
Tahun 2007        Rp. 312.701
Tahun 2008        Rp. 366.951
Tahun 2009        Rp. 353.300
Tahun 2010        Rp. 443.565
Tahun 2011        Rp. 474.135

Demikian data yang bisa saya tampilkan secara garis besar mengenai APBD seluruh Kabupaten di Indonesia. Bila ingin mengetahui lebih rinci mengenai detail APBD seluruh Kabupaten di Indonesia, di bawah saya sediakan link untuk mendownloadnya. Sekian terima kasih, semoga bermanfaat.

PERDA APBD PEMERINTAH KOTA YOGYAKARTA UNTUK TAHUN ANGGARAN 2012

Pada kesempatan ini, saya akan berbagi mengenai Perda Kota Yogyakarta No 8 Tahun 2011 tentang anggaran pendapatan dan belanja daerah untuk tahun anggaran 2012. Dalam Perda No 8 Tahun 2011 yang ditetapkan oleh walikota Yogyakarta yaitu Bapak Haryadi Suyuti pada 29 Desember 2011 ini secara keseluruhan terdiri dari 7 pasal utama. Ketujuh pasal dalam Perda ini mengatur mengenai ketentuan APBD Kota Yogyakarta untuk tahun anggaran 2012. Secara garis besar disebutkan bahwa ketentuan untuk belanja daerah bagi Kota Yogyakarta adalah sebesar Rp. 934.387.078.100,00. Sedangkan untuk pendapatan daerahnya adalah sebesar Rp. 899.626.131.133,00. Sehingga untuk tahun anggaran 2012, berdasarkan ketentuan dalam Perda tersebut maka APBD  Kota Yogyakarta akan mengalami defisit sebesar Rp. 34.760.946.967,00. Untuk rincian lebih jelasnya bisa diunduh pada link di bawah ini, sekian terima kasih.

Senin, 01 Oktober 2012

RAPBN TAHUN 2013

Kali ini saya akan melakukan review terhadap RAPBN Tahun 2013, yang mana merupakan rencana penganggaran yang akan dilakukan pemerintah pusat untuk tahun 2013. Seperti tahun sebelumnya atau 2012, RAPBN 2013 memprediksi bahwa negara akan mengalami defisit anggaran kembali, yakni sebesar Rp 150,2 ( dalam triliun ). Defisit ini dikarenakan belanja negara pada tahun 2013 adalah lebih besar nilainya dibandingkan pendapatan yang direncanakan. Sebagai detilnya, pada RAPBN Tahun 2013, anggaran belanja direncanakan sebesar Rp 1.657,9 ( dalam triliun ) yang terbagi dalam dua bagian utama yaitu belanja pemerintah pusat sebesar Rp 1.139,0 ( dalam triliun ) dan yang kedua adalah transfer pemerintah pusat kepada daerah sebesar Rp 518,9 ( dalam triliun ). Selanjutnya pada pos pendapatan negara, diprediksi akan menghasilkan total dana sebesar Rp 1.507,7 ( dalam triliun ) yang terbagi dalam dua sumber penerimaan. Sumber penerimaan yang pertama berasal dari penerimaan dalam negeri sebesar Rp 1.503,3 ( dalam triliun ) dan sumber penerimaan yang kedua berasal dari penerimaan hibah sebesar Rp 4,5 ( dalam triliun ).
Demikian review singkat yang dapat saya berikan, semoga bermanfaat.


Link Download :

APBN Pemerintah Pusat Tahun 2012

Untuk kesempatan ini, saya akan melakukan review tentang APBN Pemerintah Pusat Tahun 2012. Sebagai acuan dalam review kali ini, semua angka yang ditampilkan nantinya berada pada satuan Miliar Rupiah. Yang pertama adalah pos pendapatan negara. Bagian ini terdiri dari dua sumber, yaitu penerimaan dalam negeri dan penerimaan hibah. Pada penerimaan dalam negeri, negara mendapat pemasukan sebesar Rp 1.310.561,6 , Sedangkaan pada bagian penerimaan hibah, negara memperoleh penghasilan sebesar Rp 825,1. Sehingga total penerimaan negara pada APBN Tahun 2012 adalah sebesar Rp 1.311.386,7 ( dalam miliar ).
Selanjutnya pada pos belanja negara, ada dua jenis yang dilakukan oleh pemerintah. Bagian pertama adalah  belanja pemerintah pusat yang memakan biaya Rp 964.997,3. Lalu pada bagian kedua adalah transfer ke daerah yang memakan biaya sebesar Rp 470.409,5. Sehingga total belanja negara pada tahun 2012 memakan biaya sebesar Rp 1.435.406,7 ( dalam miliar ) berdasarkan APBN tahun 2012. 
Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa negara mengalami defisit sebesar Rp 124.020,0 ( dalam miliar ).
Demikian review yang singkat kali ini, semoga bermanfaat.


link download :

APBD Pemerintah Kota Yogyakarta Tahun 2012

Pada kesempatan ini saya akan sedikit mereview mengenai APBD Pemerintah Kota Yogyakarta Tahun 2012. Untuk uraian pertama, bagian pendapatan daerah terdiri dari tiga sumber utama. Pertama adalah pendapatan asli daerah yang menyumbangkan angka sebesar Rp 241,190,745,004. Lalu yang kedua adalah pos dana perimbangan sebesar Rp 575,131,711,129 , dan yang terakhir adalah pos pendapatan daerah lainnya yang dianggap sah sebesar Rp 83,303,675,000. Sehingga total pendapatan Pemerintah Kota Yogyakarta untuk tahun 2012 adalah sebesar Rp 899,626,131,133.
Selanjutnya untuk bagian belanja daerah Pemerintah Kota Yogyakarta terdiri dari 2 jenis belanja. Yang pertama adalah belanja tidak langsung yang memakan biaya sebesar Rp 537,766,495,880 dan yang kedua adalah belanja langsung sebesar Rp 396,620,582,220. Sehingga total belanja yang dilakukan oleh Pemerintah Kota Yogyakarta adalah sebesar Rp 934,387,078,100. 
Dari review singkat di atas dapat diambil kesimpulan bahwa pada tahun 2012, Pemerintah Kota Yogyakarta mengalami defisit pada APBD sebesar Rp 34,760,946,967.
Demikian review singkat ini, semoga bermanfaat. Link download APBD tersedia di bawah jika ada yang ingin mengetahuinya lebih detil, terima kasih.

Selasa, 18 September 2012

Laporan Keuangan Pemerintah Pusat Tahun 2011 ( telah diaudit ) dan 2012 ( belum diaudit )

Pada kesempatan ini, saya akan sharing tentang Laporan Keuangan Pemerintah pusat tahun 2011 dan 2012. LKKP ini saya dapatkan dari situs resmi milik pemerintah yaitu www.perbendaharaan.go.id. Seperti kita ketahui bahwa laporan keuangan ini mencakup berbagai aspek antara lain Laporan Realisasi APBN, Neraca, Laporan Arus Kas, dan Catatan atas Laporan Keuangan serta dilampiri Ikhtisar Laporan Keuangan Perusahaan Negara, Ikhtisar Laporan Keuangan Badan Layanan Umum (BLU) dan Badan Lainnya. Dengan adanya materi ini, saya harapkan akan lebih menambah wawasan kita tentang kondisi keuangan negara ini dengan lebih jelas lagi. 
Berikut link downloadnya :

Minggu, 27 Mei 2012

CLOUD COMPUTING




 Cloud computing merupakan campuran dari pemanfaatan teknologi (komputasi) dan pengembangan berbasis internet (awan). Cloud computing adalah sebuah metode komputasi dimana kemampuan TI tersedia sebagai layanan berbasis internet. Secara mudahnya Cloud Computing dapat diartikan sebagai penggunaan layanan berbasis internet yang mampu mendukung  berjalannya bisnis di suatu perusahaan.
Arti mudah lainnya adalah perusahaan bisa berdagang, perusahaan bisa berpromosi, serta perusahaan bisa melakukan transaksi. Dan itu semua di lakukan oleh suatu perusahaan tanpa perlu membangun suatu infrastruktur sendiri.

Berbicara mengenai Teknologi. Cloud Computing ini sebenarnya dalam memberikan service kepada pelanggan terdiri dari 3 tingkatan, yaitu :

1. INFRASTRUKTUR AS A SERVICE

Artinya adalah provider Cloud Computing akan menyewakan hardware kepada client yang akan menyewa. Misal nya menyewakan server. Namun isi dari server tersebut adalah masih kosong sama sekali. Client yang menyewa harus mengisi dengan Operating system yang mereka mau bahkan aplikasi-aplikasi yang akan mereka pergunakan. Kelebihan nya adalah client penyewa bisa lebih flexible menentukan kebutuhan yang sesuai dengan yang mereka inginkan. 

2. PLATFORM AS A SERVICE

Artinya Provider Cloud Computing sudah menyewakan hardware cloud computing beserta konfigurasi standarnya. Misalnya perangkat server. Oleh provider perangkat tersebut sudah diisi dengan Operating system tertentu misalnya Linux. Maka penyewa harus menyesuaikan diri dengan Spesifikasi server dan operating sistem yang tersedia. Sehingga aplikasi yang mereka akan tanamkan di server tersebut bisa sesuai dan sesuai dengan operating system nya.

3. SOFTWARE AS A SERVICE

Provider dengan penawaran tipe ini adalah yang paling komplit di sisi provider. Biasanya sebelum menjual provider akan melakukan survey konfigurasi semacam apakah yang paling banyak dilakukan dan dibutuhkan di sisi pelanggan sehingga nanti nya tentu ketika dilempar ke pasar akan menjadi buruan para pengguna karena spesifikasi yang pas. Dan tipe ini jika memang pas sesuai kebutuhan pelanggan akan sangat membantu karena penyewa tidak diharuskan ikut repot urusan dalam provider. 

Berikut ini adalah beberapa hal yang harus diperhatikan dalam cloud computing :

1. SERVICE LEVEL.
Harus cermat terhadap pilihan service provider cloud computing yang akan digunakan, karena dengan menyewa cloud computing artinya kita menyerahkan kerja kita ke dunia internet yang disediakan oleh provider. Tanpa internet kita tidak bisa bekerja. Jika banyak matinya artinya kita tidak tepat memilih service provider.

2. PRIVACY
Kita akan meletakkan data anda ke cloud, demikian juga dengan customer lain. Tentu saja kebutuhan akan privasi dari data-data perusahaan perlu di klarifikasikan pada pihak provider atau penyedia layanan cloud computing.

3. DATA OWNERSHIP
Jika kita sudah menyimpan data ke cloud, tanyakan kepemilikannya. Apakah data tersebut nantinya akan dikalim juga sebagai milik provider atau tidak.

4. DATA MOBILITY
Jika kemudian kita memutuskan untuk putus dari langganan cloud computing kita harus yakin data tidak akan jadi masalah pada saat pemindahaan data. Kita harus memastikan bahwa terminate data  ikut hilang dan tidak tertinggal di provider.

Kelebihan Cloud Computing

1.  Menghemat biaya investasi awal untuk pembelian sumber daya.
2.  Bisa menghemat waktu sehingga perusahaan bisa langsung fokus ke profit dan  berkembang dengan cepat.
3. Memudahkan proses manajemen dan operasional karena sistem dari perusahaan yang tersambung dan terintegrasi dalam satu cloud dapat dimonitor dan diatur dengan mudah.
4.  Menjadikan kolaborasi yang terpercaya dan lebih ramping.
5.  Menghemat biaya operasional perusahaan 

 

Kekurangan Cloud Computing

Komputer akan menjadi lambat atau tidak bisa dipakai sama sekali jika internet bermasalah atau kelebihan beban. Di samping itu perusahaan yang menggunakan layanan cloud computing tidak punya akses langsung ke sumber daya. Jadi, semua tergantung dari kondisi provider atau penyedia layanan cloud computing. Jika server provider rusak atau punya layanan backup data yang buruk, maka perusahaan akan mengalami kerugian besar. 






Selasa, 15 Mei 2012

Database Management System

Sistem manajemen database atau disebut juga dengan database management system (DBMS)  merupakan ssebuah sistem software di mana pemakainya dapat mendefinisikan, membuat, dan memelihara serta menyediakan akses  yang terkontrol terhadap data. Database sendiri merupakan suatu kumpulan data yang berhubungan secara logika dan mempunyai beberapa arti yang saling berkaitan satu sama lain.
DBMS  biasanya terdiri dari :
  1. Hardware
    Hardware adalah sistem computer actual yang digunakan untuk menyimpan dan mengakses databse.  Biasanya pada sebuah perusahaan berskala besar, hardware terdiri : jaringan dengan sebuah server pusat dan beberapa program client yang berjalan di komputer desktop.
  2. Software
    Software adalah wujud dari DBMS yang aktual. DBMS memungkinkan para pemakainya untuk berkomunikasi dengan suatu basis data. Dengan kata lain DBMS merupakan mediator antara basis data dengan pamakai. Suatu basis data harus memuat seluruh data yang diperlukan oleh sebuah perusahaan.
  3. Prosedur
    Bagian integral dari setiap sistem adalah sekumpulan prosedur yang mengontrol jalannya sistem, yaitu praktik-praktik nyata yang harus diikuti pemakai untuk mendapatkan, memasukkan, menjaga, dan mengambil data
  4. Data
    Data marupakan inti dari DBMS itu sendiri. Terdapat dua jenis data. Yang pertama adalah kumpulan informasi yang diperlukan oleh suatu perusahaan. Jenis data kedua adalah metadata, yaitu informasi mengenai database.
  5. Pemakai ( user )
    Ada sejumlah user yang dapat mengakses atau mengambil data sesuai dengan kebutuhan penggunaan aplikasi-aplikasi dan interface yang disediakan oleh DBMS, antara lain adalah
    • Database administrator merupakan individu atau group yang bertanggungjawab mengimplementasikan sistem database di dalam suatu perusahaan.
    • End user adalah orang yang berada di depan workstation dan berinteraksi secara langsung dengan sistem.
    • Programmer aplikasi, orang yang berinteraksi dengan database melalui cara yang berbeda.