Sabtu, 13 April 2013

Resume Paper audit : "Monitoring Corruption: Evidence From a Field Experiment in Indonesia" oleh Benjamin A. Olken

Korupsi merupakan sebuah permasalahan yang marak terjadi di belahan dunia mana pun. Dalam kebanyakan kasus, tindak korupsi umumnya akan menambah jumlah biaya penyediaan pada pelayanan publik ( dalam hal ini pada pemerintahan ) maupun dalam hal aktivitas bisnis atau usaha pada sebuah perusahaan. 

Pada paper ini, penulis melakukan studi eksperimental pada 608 desa di Indonesia, dimana pada saat eksperimen ini dimulai, masing - masing desa tersebut sedang akan memulai pelaksanaan pembangunan jalan desa sebagai bagian dari proyek pembangunan nasional dalam skala desa. Pada awal eksperimen, beberapa desa diberitahu bahwa dalam pelaksanaan proyek pembangunan jalan di desa tersebut, sebelum proyek dimulai namun dana pembangunan sudah diterima, proyek mereka akan di audit oleh auditor dari pemerintah pusat. Hal ini dilakukan untuk mengetahui seberapa besar dampak pengamatan atau monitoring secara eksternal, dalam hal ini audit pemerintah pusat. 

Hasil audit yang dilakukan oleh pemerintah pusat ini memusatkan perhatian pada beberapa kemungkinan tindak kriminal ( dalam hal ini korupsi ) pada pelaksanaan proyek pembangunan jalan desa. Hasil dari pelaksanaan audit ini nantinya akan dibacakan atau disampaikan dalam sebuah forum desa, sehingga akan menimbulkan sebuah sanksi sosial yang besar apabila benar - benar ditemukan kecurangan.

Bila sebelumnya merupakan monitoring yang dilakukan dari sudut eksternal, maka selanjutnya penulis melakukan eksperimen untuk mengetahui dampak internal dalam proyek pembangunan jalan desa tersebut. Pemantauan internal ini melibatkan 100 partisipan yang mana dalam hal ini merupakan warga desa. Pada intinya pemantauan internal ini melibatkan warga desa guna turut andil dan berpartisipasi dalam proses pelaksanaan proyek pembangunan jalan desa. Hal ini bertujuan untuk mengurangi pengaruh signifikan dari pihak elit yang mana dalam hal ini adalah pemerintah desa. Sehingga warga pun bisa turut andil dalam mencegah berbagai tindak penyimpangan yang mungkin saja terjadi dalam proses pembangunan jalan desa.

Hasil akhir dari eksperimen mengenai pemantauan korupsi terhadap pelaksanaan proyek pembangunan jalan desa yang dilakukan oleh penulis baik secara eksternal mau pun internal ternyata menghasilkan dampak yang cukup berarti. Pertama, dari sudut eksternal di mana desa yang melaksanakan proyek pembangunan tersebut   di mana diadakan audit oleh pemerintah pusat terhadap dana pembangunan yang telah diterima, namun pekerjaan belum dimulai, ternyata mampu mereduksi tingkat "biaya yang hilang" dari persentase sebesar 27,7% menjadi 19,2% poin. 

Selanjutnya dari sudut internal di mana melibatkan warga desa dalam pemantauan dan pencegahan tindak korupsi dalam proyek pembangunan jalan desa hanya dapat memberikan hasil yang signifikan manakala berada pada situasi atau kondisi tertentu. Kondisi ini secara mudah diartikan begini, pemantauan kemungkinan tindak korupsi oleh warga desa akan lebih efektif manakala proyek tersebut benar - benar menyentuh atau tepat ditujukan dan berdampak bagi individu desa secara "langsung". Contohnya adalah pengobatan gratis, pendidikan, subsidi bahan pangan dan lain sebagainya. Karena proyek desa yang dijalankan merupakan proyek pembangunan jalan desa yang mana bisa dibilang kurang benar - benar menggapai kebutuhan pokok warga, maka bisa dikatakan hasil dari pemantauan melalui sudut internal melalui partisipasi warga desa ini kurang begitu baik.

Bisa dikatakan eksperimen dalam jangka pendek yang dilakukan oleh penulis ini kurang begitu terasa dampaknya dalam pemantauan terhadap kemungkinan tindak korupsi dalam proyek pembangunan desa. Namun seiring berjalannya waktu, dengan meningkatkan peran auditor pemerintah serta warga desa itu sendiri dalam hal turut mencegah tindak korupsi, tentunya kedepan berbagai proyek pembangunan desa di Indonesia secara keseluruhan bisa menjadi lebih bersih, tepat sasaran, dan efektif. 

Sekian resume yang bisa saya sampaikan, sampai jumpa di lain kesempatan. Terima kasih, dan salam super!!

Senin, 01 April 2013

COSO ( Committee of Sponsoring Organizations of the Treadway Commission )

Pada kesempatan yang baik ini saya akan share mengenai COSO. Apa itu COSO? COSO ( Committee of Sponsoring Organizations of the Treadway Commission ) merupakan wujud inisiatif oleh sektor swasta yang terbentuk pada tahun 1985 dimana tujuan utamanya adalah guna mengidentifikasi berbagai faktor yang menjadi penyebab penggelapan laporan keuangan serta membuat rekomendasi guna mengurangi dan mengantisipasi kejadian tersebut. 
COSO disponsori oleh lima asosiasi dan lembaga akuntansi, yaitu 
  • American Institute of Certified Public Accountants (AICPA)
  • American Accounting Association (AAA)
  • Financial Executives Institute (FEI) 
  • The Institute of Internal Auditors (IIA)  
  • The Institute of Management Accountants (IMA)
Menurut COSO, pengendalian internal merupakan suatu proses yang dijalankan oleh dewan direksi, manajemen, dan staff, untuk mencapai tujuan mengenai:
  • Efektifitas dan efisiensi operasional
  • Reliabilitas pelaporan keuangan
  • Kepatuhan atas hukum dan peraturan yang berlaku
Dalam COSO framework, sebuah pengendalian internal terdiri atas lima komponen yang saling terkait satu sama lain, dapat dilihat pada gambar berikut ini :

Penjelasannya sebagai berikut :

Lingkungan Pengendalian
Lingkungan pengendalian pada dasarnya menetapkan corak suatu organisasi, mempengaruhi kesadaran pengendalian orang-orangnya. Lingkungan pengendalian adalah acuan bagi seluruh komponen pengendalian internal, menyediakan disiplin dan struktur. Lingkungan pengendalian menyediakan arahan bagi organisasi dan mempengaruhi kesadaran pengendalian dari orang-orang yang ada di dalam organisasi tersebut. 
Aktivitas Pengendalian
Aktivitas pengendalian merupakan kebijakan dan prosedur yang membantu memberikan jaminan bahwa arahan manajemen benar - benar telah terlaksana. AKtivitas pengendalian pula bermanfaat agar dapat mengurangi berbagai resiko dalam pencapaian tujuan suatu entitas Aktivitas pengendalian dapat dikategorikan sebagai berikut:
a) Pengendalian Pemrosesan Informasi
-pengendalian umum
-pengendalian aplikasi
- otorisasi yang tepat
-pencatatan dan dokumentasi
-pemeriksaan independen
b)Pemisahan tugas
c)Pengendalian fisik
d)Telaah kinerja

Pemantauan 
Pemantauan merupakan proses di mana suatu kualitas kinerja pengendalian intern sepanjang waktu ditentukan. Cakupan pemantauan di sini antara lain :
  • penentuan desain  
  • operasi pengendalian tepat waktu 
  • pengambilan tindakan koreksi. 
Proses pemantauan dilaksanakan melalui kegiatan yang berlangsung secara terus menerus, evaluasi secara terpisah, atau dengan berbagai kombinasi dari keduanya. 

Informasi dan Komunikasi
Informasi dan komunikasi merupakan proses pengidentifikasian, penangkapan, dan pertukaran informasi dalam suatu bentuk dan waktu yang memungkinkan orang melaksanakan tanggung jawab mereka. Sistem informasi yang relevan dalam pelaporan keuangan adalah yang meliputi sistem akuntansi yang berisi metode untuk mengidentifikasikan, menggabungkan, menganalisa, mengklasifikasi, mencatat, dan melaporkan transaksi serta menjaga akuntabilitas asset dan kewajiban. Komunikasi meliputi penyediaan deskripsi tugas bagi individu serta tanggung jawab berkaitan dengan struktur pengendalian internal dalam sebuah pelaporan keuangan. 
Penaksiran Resiko
Penaksiran risiko merupakan identifikasi entitas dan analisis terhadap risiko yang relevan untuk mencapai tujuannya, membentuk suatu dasar untuk menentukan bagaimana risiko harus dikelola. Tujuan dari diadakannya sebuah penilaian risiko ini disebabkan karena risiko sewaktu - waktu dapat timbul atau berubah karena berbagai keadaan, antara lain perubahan dalam lingkungan operasi, personel baru, sistem informasi yang baru atau yang diperbaiki, teknologi baru, lini produk, produk, atau aktivitas baru, restrukturisasi korporasi, operasi luar negeri, dan standar akuntansi baru. Sehingga perlu adanya sebuah penaksiran resiko secara real time dan berkelanjutan dalam sistem pengendalian internal entitas.
Kelima komponen di atas, saling terkait satu sama lain, sehingga bisa cepat merespon terhadap berbagai fraud atau kecurangan serta korupsi yang kerap terjadi dalam perusahaan dan memaksimalkan sistem pengendalian internal suatu entitas. Sebuah sistem yang baik tentunya harus saling mengintegrasikan masing - masing sub sistemnya agar berjalan lancar serta efektif dan efisien. 
Sekian pembahasan saya kali ini, mohon maaf bila masih banyak kekurangan di sana sini. sampai jumpa di tugas minggu depan.
SALAM SUPER