Senin, 01 April 2013

COSO ( Committee of Sponsoring Organizations of the Treadway Commission )

Pada kesempatan yang baik ini saya akan share mengenai COSO. Apa itu COSO? COSO ( Committee of Sponsoring Organizations of the Treadway Commission ) merupakan wujud inisiatif oleh sektor swasta yang terbentuk pada tahun 1985 dimana tujuan utamanya adalah guna mengidentifikasi berbagai faktor yang menjadi penyebab penggelapan laporan keuangan serta membuat rekomendasi guna mengurangi dan mengantisipasi kejadian tersebut. 
COSO disponsori oleh lima asosiasi dan lembaga akuntansi, yaitu 
  • American Institute of Certified Public Accountants (AICPA)
  • American Accounting Association (AAA)
  • Financial Executives Institute (FEI) 
  • The Institute of Internal Auditors (IIA)  
  • The Institute of Management Accountants (IMA)
Menurut COSO, pengendalian internal merupakan suatu proses yang dijalankan oleh dewan direksi, manajemen, dan staff, untuk mencapai tujuan mengenai:
  • Efektifitas dan efisiensi operasional
  • Reliabilitas pelaporan keuangan
  • Kepatuhan atas hukum dan peraturan yang berlaku
Dalam COSO framework, sebuah pengendalian internal terdiri atas lima komponen yang saling terkait satu sama lain, dapat dilihat pada gambar berikut ini :

Penjelasannya sebagai berikut :

Lingkungan Pengendalian
Lingkungan pengendalian pada dasarnya menetapkan corak suatu organisasi, mempengaruhi kesadaran pengendalian orang-orangnya. Lingkungan pengendalian adalah acuan bagi seluruh komponen pengendalian internal, menyediakan disiplin dan struktur. Lingkungan pengendalian menyediakan arahan bagi organisasi dan mempengaruhi kesadaran pengendalian dari orang-orang yang ada di dalam organisasi tersebut. 
Aktivitas Pengendalian
Aktivitas pengendalian merupakan kebijakan dan prosedur yang membantu memberikan jaminan bahwa arahan manajemen benar - benar telah terlaksana. AKtivitas pengendalian pula bermanfaat agar dapat mengurangi berbagai resiko dalam pencapaian tujuan suatu entitas Aktivitas pengendalian dapat dikategorikan sebagai berikut:
a) Pengendalian Pemrosesan Informasi
-pengendalian umum
-pengendalian aplikasi
- otorisasi yang tepat
-pencatatan dan dokumentasi
-pemeriksaan independen
b)Pemisahan tugas
c)Pengendalian fisik
d)Telaah kinerja

Pemantauan 
Pemantauan merupakan proses di mana suatu kualitas kinerja pengendalian intern sepanjang waktu ditentukan. Cakupan pemantauan di sini antara lain :
  • penentuan desain  
  • operasi pengendalian tepat waktu 
  • pengambilan tindakan koreksi. 
Proses pemantauan dilaksanakan melalui kegiatan yang berlangsung secara terus menerus, evaluasi secara terpisah, atau dengan berbagai kombinasi dari keduanya. 

Informasi dan Komunikasi
Informasi dan komunikasi merupakan proses pengidentifikasian, penangkapan, dan pertukaran informasi dalam suatu bentuk dan waktu yang memungkinkan orang melaksanakan tanggung jawab mereka. Sistem informasi yang relevan dalam pelaporan keuangan adalah yang meliputi sistem akuntansi yang berisi metode untuk mengidentifikasikan, menggabungkan, menganalisa, mengklasifikasi, mencatat, dan melaporkan transaksi serta menjaga akuntabilitas asset dan kewajiban. Komunikasi meliputi penyediaan deskripsi tugas bagi individu serta tanggung jawab berkaitan dengan struktur pengendalian internal dalam sebuah pelaporan keuangan. 
Penaksiran Resiko
Penaksiran risiko merupakan identifikasi entitas dan analisis terhadap risiko yang relevan untuk mencapai tujuannya, membentuk suatu dasar untuk menentukan bagaimana risiko harus dikelola. Tujuan dari diadakannya sebuah penilaian risiko ini disebabkan karena risiko sewaktu - waktu dapat timbul atau berubah karena berbagai keadaan, antara lain perubahan dalam lingkungan operasi, personel baru, sistem informasi yang baru atau yang diperbaiki, teknologi baru, lini produk, produk, atau aktivitas baru, restrukturisasi korporasi, operasi luar negeri, dan standar akuntansi baru. Sehingga perlu adanya sebuah penaksiran resiko secara real time dan berkelanjutan dalam sistem pengendalian internal entitas.
Kelima komponen di atas, saling terkait satu sama lain, sehingga bisa cepat merespon terhadap berbagai fraud atau kecurangan serta korupsi yang kerap terjadi dalam perusahaan dan memaksimalkan sistem pengendalian internal suatu entitas. Sebuah sistem yang baik tentunya harus saling mengintegrasikan masing - masing sub sistemnya agar berjalan lancar serta efektif dan efisien. 
Sekian pembahasan saya kali ini, mohon maaf bila masih banyak kekurangan di sana sini. sampai jumpa di tugas minggu depan.
SALAM SUPER


Tidak ada komentar:

Posting Komentar